Saturday, November 21, 2009

Menuju Akhir

Dalam sebuah searching, tentang hari kiamat 2012 yang sedang ramai-ramainya jadi bahan pembicaraan. Saya menemukan tidak sengaja, dan sempat mampir ke dalam sebiah blog yang bernuansakan Ruh Islam yang kental, Sang penulis mengemukakan tentang essensi kiamat,
Yakni adalah Menuju Akhir Kehidupan dan Awal Kehidupan yang sebenarnya.

Sempat tertegun juga membacanya. Ya. Menuju akhir kehidupan dan awal kehidupan yang sebenarnya. Saat saya memutuskan untuk menuliskan judul blog ini pun yang terlintas dalam benak saya adalah usia yang semakin bertambah dan umur yang semakin berkurang, menuju Akhirat...yah...menuju akhir.
Setiap makhluk yang hidup sudah dipastikan akan mengalami akhir. Hidup itulah yang merupakan sebuah proses untuk menuju akhir. Setiap mendengar kata menuju akhir, yang terbayang di mata saya adalah sebuah perjalanan super panjang bahkan tak berujung.
Ya..sebuah perjalanan akhir untuk mendapatkan buah perjalanan pendek kita di dunia.
Adakah hati kita bergetar memikirkannya..?
Sebuah perjalanan yang panjang sahabat...

Sudahkah memiliki tiket? Sudahkah memiliki Bekal? Sudahkah anda titipkan apapun yang akan anda tinggalkan...?
Kendaraan apa yang akan anda pakai untuk menuju akhir?
Jalan mana yang akan anda tempuh? apakah bebas hambatan Shirotol Mustaqiem ?
Ataukah lewat jalan berliku dan berkelok kelok?...

Semua anda , wahai sahabat yang memutuskan.


Salam,
Sabtu Malam yang dingin..
Yang Lagi Mencari Teman Seperjalanan Menuju Akhir...

Friday, November 20, 2009

Terima Kasih Om Google.....Mmmmmuahh.....

Akhirnya setelah menunggu sekian lama, Om Google bersedia juga menerima blog personal ini....buktinya sudah bisa masuk Page Rank, meskipun masih Page Rank 1, Lumayan...
Aku akan berusaha lagi teriak teriak ( Hey..mampir ke blog ku dong...!! Biar page rank nya naik kelas....) " kayak jualan di kaki lima gtu....

Sahabat sahabat yang pernah mampir , terima kasih ya..kontribusinya sangat dibutuhkan.
Akupun pasti menjenguk siapapun yang telah datang...


Thanks yaaaa.....

Thursday, November 19, 2009

Tentang Kebenaran

Sebenarnya saya paling tidak suka jika berbicara politik di negeri ini. Maaf bukan Politik nya yang saya benci, tetapi oknum oknum yang memanfaatkan politik itulah yang membuat saya geram dengan mereka. Wajar saja jika ada sebagian anggota masyarakat kita yang sudah apriori jika berbicara politik. " Nggak ada untungnya buat kita..!"

Benar ! tidak ada untungnya, bahkan menyakitkan jika kita mendengarkan ulah mereka.
Tidakkah mereka sadar dengan kehidupan nanti? Hidup hanya mengejar MENANG DAN KALAH!
Segala cara dilakukan untuk mendapatkan kemenangan atau untuk menjatuhkan lawan politiknya. ( Naudzubillaah ) Yang benar dikatakan salah, yang salah dibenarkan! kalau tidak dibuat abu abu ( GREY AREA )

" MEMANG ITULAH POLITIK, MANG! " kata tukang becak.
" APA BETUL BEGITU??..."

Mendengar dan melihat setiap pagi sebelum berangkat kerja, malam setiap pulang kerja, yang menjadi topik dua minggu ini adalah keterpurukan HUKUM di Indonesia.
Hukum dimain mainkan, lembaganya di obok obok bagaikan ikan aquarium. Saling berebut perhatian, saling berebut Jargon " SAYA YANG BENAR ! "
Padahal kebenaran hanya milik ALLAH. Yang bisa menentukan benar dan salah hanyalah ALLAH ! sudah jelas dan sudah terang bahwa kebenaran hanya ada dalam AL Qur'an.
Semua hukum ada dalam kitab Allah. Sudah ada rambu rambu yang diberikan Allah.

Kenapa kita selalu sombong, takabur seolah olah BENAR milik SAYA!
Lalu apa indikasi kebenaran yang sudah mereka proklamirkan??
Saling membantah, saling mencari pembenaran, saling mencari dukungan, bahkan dengan mengeluarkan sedikit uang saja sudah dapat dukungan.
Seolah olah yang dukungannya terbanyak itulah yang BENAR !

BUKAN, BUKAN ITU. Kebenaran bukan berdasrkan kuantitas.
" Kebenaran adalah perbuatan atau sikap yang sesuai dengan tuntunan Al Quran dan Sunah Rasul ."



Wassalam

Wednesday, November 18, 2009

hikmah pagi

Dalam perjalanan ke tempat kerja beberapa hari lalu, tiba tiba saja tanpa ada sebab yang pasti, kendaraan saya mati alias mogok . Beruntung tidak di tengah jalan di saat padatnya kendaraan yang sebagian besar menuju ke pusat perkantoran. Dengan penuh rasa heran , saya segera turun dari kendaraan dan segera mendorongnya ke pinggir jalan raya. Dari sekian banyaknya pengendara yang lewat dan melihat , tidak ada seorangpun yang menolong meskipun mungkin hanya sekedar menyapa. Tapi ahh…..saya nggak ambil pusing, mungkin mereka lagi dikejar waktu sama seperti saya yang telah menjalankan kendaraan sejak ke luar rumah sampai di tempat mogok ini selalu menarik gas dengan kencang sekencang kencangnya sambil berselancar di jalanan yang macet meliuk liuk diantara himpitan kendaraan roda empat.
Jacket luar, jacket angin, tas , helm, penutup hidung, semua sudah dikeluarkan dari tubuh yang kepanasan ini, untuk segera memulai jadi montir sendiri. Dengan alat yang telah kupersiapkan di bagasi, mulailah aku periksa satu persatu apa yang menjadi penyebab kendaraanku mogok di tengah perjalanan di saat sedang kencang kencangnya aku melaju di jalanan. Huh……, ( ngga boleh mengeluh ! mode: ON )
Ahh,….gampang paling banter busi kotor, pikirku, sambil segera membuka busi dan kubersihkan. Beres. Tapi tidak juga mau hidup. Aku buka chalk bensin, mungkin saringan bensin kotor? Ya . Aku bersihkan juga. Tapi tetap tidak mau hidup . ( mulai deh mode kesel : ON ) apa yang membuat motorku mogok nggak karuan. Aku ulang lagi cek Busi dan kubersihkan , dengan kesabaran dan ketelatenan, ternyata Alhamdulillah bisa hidup lagi. Hilang sudah rasa penat di jalanan dan kotor karena oli mesin serta kotoran debu jalanan yang menempel di tangandan siku ku. Saat sedang istirahat dan siap siap untuk kembali meneruskan perjalanan, tiba tiba pikiranku ingat pada jiwa dan ragaku. Ya…….., seandainya saja tiba tiba badanku seperti motor ini, mogok, Mati tak bisa dihidupkan di saat sedang senang senangnya menikmati perjalanan hidup di dunia ini, bersama anak, istri, teman, saudara , kerabat dan kekayaan yang kusenangi , bagaimana?
Bisakah aku meneruskan perjalanan hidup? Di dunia sana? Bagaimana jika aku meninggalkan dunia ini tanpa persediaan bekal yang mumpuni yang sanggup menyangga perjalananku yang sedemikian panjangnya kelak?
Astagfirullah…..
Semoga Engkau Matikan hamba dalam keadaan Khusnul Khatimah, Ya Allah……..Amin

Tuesday, November 03, 2009

Surat Surat Sahabat

Dalam sebuah searching e mail, saya menemukan beberapa e mail dari beberapa sahabat yang mengirimkan ucapan selamat atas kelahiran putri saya " Rahima Tiffal Az Zahra " satu tahun yang lalu. Apreciated tentunya. Setahun lebih telah berlalu, tetapi surat surat ucapan dari sahabat maya ini masih tersimpan dalam memori. Perkenankan saya tampilkan beberapa surat yang masuk, mudah2an selalu mengingatkan saya terhadap proses persalinan istri sy yang begitu tegangnya demi melahirkan putri kami tercinta, karena saya ada di sampingnya pada saat itu. Salam sayang saya untuk istri tercinta. Saya tidak bisa berlata apa apa saat menyaksikan proses persalinan ini.....hanya menghela napas panjang...dan takbir..menyaksikan kebesaran Allah...

Terima kasih......


1.Salam Super,

Semoga email saya ini menjumpai Bapak dan Keluarga dalam keadaan kesehatan yang prima dan kecemerlangan membangun Karir.

Saya Sukarni, SM 477

Mengucapkan:

Selamat Berbahagia atas Kelahiran Putri Bapak,
Semoga Putri Bapak menjadi Anak yang Sehat, Cerdas
dan Berguna Bagi Nusa Bangsa, Keluarga dan Tuhan Yang Maha Penyayang... Amin

Have a nice day

Stay Super



2.Yang Saya Hormati dan Kagumi Pak Mario Teguh dan Ibu Linna,

Sahabat Super Members Yang Santun dan Penuh Cinta,

Doa dan harapan saya, semoga kita tetap diberikan keimanan yang kuat oleh Yang Maha Kuasa, sehingga selalu mengingat_NYA baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring. Dia menciptakan kita semua hanya untuk menyembah_NYA , yaitu dengan terus menerus mengupayakan menjalankan semua perintah-perintah_NYA dengan baik dan menjauhi sejauh-jauhnya semua hal-hal yang dilarang oleh_NYA. Semoga Dia Yang Maha Pengasih dan Penyayang memudahkan upaya kita semua untuk menjadi pribadi-pribadi yang dicintaiNYA. Bila kita dicintaiNYA, apa yang Dia tidak berikan untuk kita? Dia Maha Baik.

Pak Nanang Rusmana Yang Berbahagia,

Dahulu, sebelum kita dilahirkan, orang tua kita dengan penuh suka cita menyiapkan segala sesuatunya dan berdoa tiada putus-putusnya bagi keselamatan kita untuk hadir dengan sempurna di Alam Raya ini. Termasuk juga doa-doa yang dilantunkan dengan tulus oleh orang-orang disekililing kita. Setelah kita lahir semua orang bergembira, tersenyum, penuh rasa syukur dan berbahagia atas kehadiran kita. Kemudian kita yang lemah tak berdaya saat itu dibantu sepenuhnya dengan tulus penuh cinta dan kasih. Mulai dari kebersihan badan, kebutuhan minum, makan, pakaian, dan sebagainya dan tidak ada rasa ‘jijik’ sedikitpun orang tua kita pada saat membersihkan kotoran kita, tidak ada kata ‘lelah’ atau ‘capek’ yang terucap keluar dari bibir orang tua kita walaupun sudah bermalam-malam, bahkan berminggu-minggu tidak tidur dengan cukup waktu hanya untuk memastikan bahwa semua kebutuhan kita pada saat tak berdaya itu dapat terpenuhi dengan baik dan cukup. Dan sampai akhirnya kita tumbuh, besar, dan menjadi pribadi-pribadi yang baik seperti sekarang ini…….Insya Allah.

Dan sekarang kita telah menjadi orang tua bagi anak-anak kita……sebuah amanah yang tidak ringan untuk kita pertanggung jawabkan bila tiba waktunya nanti.

Apakah yang Anda janjikan kepada bayi Anda, pada hari kelahirannya?

Adakah Anda menjanjikan kebesaran baginya? Atau, apakah Anda menjanjikan bahwa dia akan pulang ke rumah yang diisi oleh orangtua yang bergembira untuk membantunya mencapai apapun kebesaran yang diinginkannya? Apakah yang Anda janjikan kepada bayi itu?

Seorang bayi adalah peniru yang setia.

Dia tidak mengenal cara-cara awal yang lain untuk belajar, kecuali melalui pengamatan dan peniruan dari apapun yang kita tampilkan kepadanya. Dia hanya seorang bayi. Bagaimana mungkin Anda bisa berharap bahwa dia mengetahui perbedaan antara yang baik dan yang buruk – tanpa bantuan?

Sesungguhnya kita sedang mencari seorang pahlawan bagi diri kita. Kita membutuhkan seseorang untuk kita hormati.

Anak-anak tanpa pahlawan, sedikit sekali yang akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi dewasa yang bangga dan membanggakan. Mereka membutuhkan seorang dewasa yang bisa mereka kagumi. Mereka membutuhkan seorang yang kuat, yang saat bersamanya-mereka merasa terlindungi, Mereka membutuhkan seorang sahabat dewasa yang akan menuntun dan mendorong mereka untuk tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang kuat dan mandiri. Mereka membutuhkan seorang teladan.

Mereka, anak-anak kita itu-lebih membutuhkan seorang pahlawan untuk mereka teladani, dan bukan seorang kritikus yang semena-mena merendahkan diri-diri kecil yang tak terlindungi itu-hanya karena yang lebih tua itu-mampu mendatangkan penyiksaan yang tak terlawankan.

Jadikanlah diri Anda orang tua yang mencontohkan kegembiraan dalam memenangkan kualitas kehidupan yang lebih baik, agar anak-anak kita juga bersemangat untuk menjadikan diri mereka tumbuh dengan tubuh yang sehat, cara pandang yang jernih, dan pemikiran yang cemerlang.

Bagi seorang anak, tidak ada seorang Pahlawan yang lebih agung daripada seorang dewasa yang berlutut membantunya, dan berbisik “Ketahuilah bahwa aku sangat menyayangimu.”

(Mario Teguh – The Greatest Love)

Pak Nanang Rusmana Yang Berbahagia,

Walaupun saya belum pernah berjumpa dan mengenal Bapak , namun karena kita semua berada dalam ruang keluarga yang saling menghormati dan menguatkan ini, saya mengucapkan selamat dan turut berbahagia atas kelahiran Putri bapak - sudah diberi nama belum?, salam saya buat Nyonya dan putra-putri Bapak. Mudah-mudahan tulisan diatas yang saya kutip dari buku best seller “One Million 2nd Chances” bisa membawa kita semua - para orangtua- yang telah diberi amanah oleh Yang Kuasa-khususnya diri saya pribadi dalam membesarkan dan mendidik anak-anak kita dengan sebesar-besarnya cinta yang dapat kita berikan kepada mereka. Karena, anak-anak kita adalah masa depan kita.

Terima kasih telah diijinkan untuk berbagi diruang ini. Semoga semua upaya kerja keras kita selalu mendapat berkah dari_Nya.

Mohon maaf bila ada kata-kata atau hal-hal lain yang kurang berkenan dalam email saya ini.

Salam Super,

Jusuf Thoha, SM0146

Super Members | MTSC | 0811.186.007 | Domestics & Int’l Freight Forwarder


3.Dear Pak Nanang..........
Salam Super buat Anda dan keluarga yang terkasih.....

Kenalkan Nama Saya Lucky...
Addr : Balaraja Tangerang Banten.

Saya ucapkan selamat atas kelahiran putri bapak, itu adalah anugrah dari Alloh yang patut kita syukuri....



Best Regard


Lucky



4.Salam super pak Nanang,

Perkenalkan saya Inasastra Dari Millis MTSC,
ingin mengucapkan selamat atas kelahiran putrinya
semoga memberi warna kebahagiaan di tengah keluarga pak Nanang, dan menjadi anak yang sehat, lucu, serta menjadi wanita super yang bermanfaat kelak amien.

Salam saya untuk keluarga yang berbahagia yah pak Nanang.

Salam Super,

Inasastra





5.Pak Nanang yang sedang berbahagia.

Saya ucapkan ikut berbahagia atas kelahiran buah hati nan cantik...yang tentunya telah lama di nantikan.
Doa saya, kiranya berkat Tuhan tercurah untuk sang jabang bayi dan ibunya.
Kiranya kehadirannya akan melengkapi kebahagiaan keluarga pak Nanang.

4,5 bulan yang lalu, saya melahirkan anak bungsu kami.....perempuan juga. Namanya Tirza...si pembawa kebahagiaan. Bapaknya bangga sekali dan sayang sekali kepadanya.
Semoga, dara-dara kita ini nanti, menjadi kebanggaan bagi keluarga, masyarakat dan bangsa, serta takut dan setia kepada Dia, sang Empunya Hidup.....

Pak Nanang, ijinkan saya mengutip sebuah kalimat indah dari Pak Mario :

Satu-satunya cara untuk menumbuhkan seorang anak yang baik adalah menjadikannya seorang anak yang berbahagia. Dan satu-satunya cara untuk menjadikannya berbahagia adalah menjadikan diri Anda seorang dewasa yang bersikap baik kepadanya.

Doa saya, semoga putri kecil Bapak, dikelilingi oleh orang-orang dewasa yang bersikap baik kepadanya, sehingga kelak ia menjadi seorang putri yang berbagahia, AMIN

Salam super,

Woro Setyanti, SM 133




6.kang nanang dan istri, selamat ya

syintia bachri
FLOW DESIGN FIRM
Jl. cibulan VII No. 24
Kebayoran Baru
Jakarta 12170
Indonesia
T/F +62021-7261720
081910248283
syintiabachri@yahoo.com




7.Alhamdulillah turut bahagia, semoga menjadi putri yang solehah ya kang Nanang.
Salam buat keluarga di rumah. Tinggalnya di pondok gede ya kang, wah tetanggaan kalo memang iya, saya di daerah hankam raya.

Salam
Widak pa’dhe




8.Selamat Nang..., mudah-mudahan jadi anak yang soleha....amin.
From Ary Hardiwinata







9.Dear Pak Nanang

Selamat ya... wah bahagia sekali pastinya..
semoga jadi anak yg shalehah....

oya kantor anda bersebelahan dengan kantor saya .

Salam super....

Thanks & B.Rgds,
Edi W.




10.Kang Nanang,
Wilujeng..nya...selamat dikarunia Tuhan seorang putri untuk jadi pengendali 3 jagoannya....
turut berbahagia...
kalau saya baru satu putri......
rupanya kita sama di pondok gede...saya di jatiwaringin, salam kenal sebagai sesama penikmat/pengagum Mario Teguh....

adalah juga jadi kebahagiaan saya sekaligus kebanggaan bila kang nanang tiasa join dalam komunitas silaturahim ini : www.geniusnetworker.co.cc
semata wadah membantu orang lain sukses lewat kerja jaringan...mugia.

mangga,
paul
www.geniusnetpreneur.com
www.internetmarketing.bisnis2121.com/?id=paulucky
www.marioteguh.asia

11.Allah menitipkan kebahagian
berupa kuntum kecil diantara kumbang2mu nang..
selamat ya...
atas hadirnya
dan selamat pula menempuh hidup begadang untuk kesekian kalinya....hihiihihi
hmmmm.... : )
tyan & yudi

Monday, November 02, 2009

mosaik lebaran




Hari bahagia bersama keluargaku:
- anakku : Muhammad Zahran Wafi Al Ghifary
Muhammad Naufal Labib Abdul Ghaniy
Muhammad Fahri Raja' Firdaus
Rahima Tiffal Az Zahra
- Istriku
- Bapak dan Ibu Mertua
- Orang tuaku
- Keluarga Almarhum...

Friday, October 23, 2009

untuk rindu

"kebahagiaan hanya akan didapat apabila kita merasakan kedamaian atas segala hal dalam kehidupan ini.
Jika anda tidak merasakan kedamaian dalam setiap langkah kehidupan anda..maka semakin jauh kebahagiaan itu menghampiri kita.
Jadi? hiduplah dalam kedamaian….jangan membohongi hati nurani,jujurlah pada diri sendiri….niscaya kedamaian akan datang beriringan dengan kebahagiaan…"


"happiness will only come when we feel the peace of all things in this life.
If you do not feel the peace in every step of your life .. it's farther toward our happiness.
So? live in peace .... Do not deceive conscience, be honest to yourself .... surely peace will come hand in hand with happiness ..."